Suatu kali aku pernah mendengar percakapan antara 2 orang laki-laki, yang buatku sangat menarik, karena jawaban dari salah satu orang laki-laki itu menurutku bisa memberi inspirasi pada semua laki-laki di dunia ini yang selalu dipenuhi dengan kegengsian yang maha tinggi. Laki-laki 1 baru saja kehilangan seorang yang sangat dia sayangi, begini percakapan itu terjadi: Laki-laki 1: Saya baru saja kehilangan seorang yang sangat saya sayangi, apakah saya boleh menangis?? Laki-laki 2: Kalau kamu merasa kehilangan yang sangat besar, menangis saja, mungkin itu akan membuat kamu merasa lebih lega. Laki-laki 1: Tapi Ayahku pernah bilang kalau laki-laki itu tidak boleh menangis. Laki-laki 2: Mungkin menurut Ayahmu, laki-laki tidak boleh cengeng, dan menangisi semua hal-hal kecil, bukan tidak boleh menangis, karena laki-laki juga punya hati, jangan disamakan dengan batu. Laki-laki 1: Tapi kalau laki-laki menangis, akan kelihatan kalau dia lemah. Laki-laki 2: Kamu salah memandang tentang laki-laki kalau begitu, laki- laki menangis, orang jahat yang tidak menangis, karena hati orang jahat dipenuhi dengan apa yang bisa mereka dapatkan dengan cara apapun, tapi hati seorang laki-laki dipenuhi dengan apa yang telah hilang dari mereka, seperti seorang ksatria yang kehilangan semua miliknya di medan perang. Laki-laki 2: Jadi, kamu mau memilih jadi orang jahat atau jadi seorang ksatria??? Yang diperlukan cuma sebuah kebesaran jiwa dalam menghadapi semua kehilangan itu. Laki-laki 1: Saya memilih jadi seorang ksatria kalau begitu, tapi apakah semua kehilangan akan kita tangisi?? Laki-laki 2: Yang perlu ditangisi seorang laki-laki cuma 2 hal, 1. Rasa Kehilangan, dan 2. Kenangan akan Orang-orang yang telah Hilang.
| |
|