D 3 n 0 k d E M b L o N g

My Journal & Writing

Blog EntrySeni Itu MenyenangkanOct 11, '07 9:19 AM
for everyone

Oh ya, kemarin aku menghadiri Akad Nikah temanku:
Singkat cerita, setelah acara salam-salaman kelar, temenku (she) yang abis nikah ini nyamperin aku, kita ngobrol, trus dari obrolan itu ada satu pernyataan dari dia "sepi ya", "iya yah" jawabku. "Payah nih temen-temen pada nga bisa datang" aku diam aja deh... "Padahal janjinya pada mau datang" Sambungnya... keliatan dari mukanya dia sedih dan agak kesel gitu deh. Trus aku cuma bilang "Seharusnya hari ini jadi hari yang paling menyenangkan buat kamu, so... jangan di rusak dengan perasaan-perasaan kesal seperti itu". Dia diam aja.

Kita sempat saling diam beberapa waktu, mungkin dalam hatinya membenarkan kata-kataku (ge-er) dan aku dalam keadaan bingung juga mau ngomong apa, bukan bingung tentang mau ngomong apa sih, tapi lebih tepatnya bingung antara mau ngomongin yang ada di perasaan gue atau tidak.

Tapi akhirnya aku ngomong juga,
Aku: "Sebenarnya kamu sudah menyadari ini"
Dia: "Menyadari apa?"
Aku: "Bakal sepi"
Dia: "Masa sih?"
Aku: "Iya, karena kamu memang maunya sepi"
Dia: "Aneh deh kamu"
Aku: "Lho, bener dong, selama 4 tahun kamu pacaran sama dia maunya kan nyepi terus, kemana-mana berdua terus" *dengan nada menggoda dia.
Dia: *diam lagi
"Selama 7 tahun kenal kamu, ini baru kedua kali kita ngobrol kan? yang pertama kali itu ya 7 tahun yang lalu, setelah itu, kita nga pernah email-email, sms-an, chatting. Dengan ketemuan yang jarang sekali terjadi kita juga cuma just hi aja".
Dia: *Akhirnya keluar suara "Iya ya"

Kayaknya cukup deh, takut buat dia makin sedih lagi sih...
*aku jadi teringat tentang kata-kata:
"Didalam kebahagiaan itu ada kesedihan dan keharuan juga"

"Ya udah, ntar abis ini kita ngobrol-ngobrol lagi kalau ketemu, atau ya kamu ntar kontak-kontakan lagi sama teman yang lain, malam ini kamu nikmati dulu deh nyepi-nya, hehe"
Senyumnya langsung mekar lagi... walahhhh..kayaknya udah pengen banget deh...

Akhirnya nga lama setelah itu, aku pamit pulang.... byeeee.

Tangan kiri dan tangan kanan sejajar, sama baiknya, ngga ada yang di bilang tangan tak sopan.

Dari kecil saat kita memberikan benda ke orang lain dengan tangan kiri, kita selalu di marahi orangtua. Eh...nga boleh pake tangan kiri, pakai tangan manis dong...dan saya benci itu.
Lewat tangan kiri seseorang bisa lahir juara dunia dalam berbagai bidang olah raga, bisa menghasilkan seorang penulis terkenal, bisa melahirkan seorang disainer hebat, dll, lantas apa yang buruk dengan tangan kiri, kenapa tangan kiri tidak dianggap tangan manis juga?

Good night...

Cinta itu SEDERHANA asal kita sadar pasangan kita bukanlah MILIK kita.

Sekarang topik perda tentang dilarang mengemis dan memberi pengemis uang, wow...
bagus sekali ada peraturan ini, kontraversial dan berani beda...
aku dukung... kenapa? kalau tidak ada peraturan seperti ini Jakarta akan semakin banyak pengemis, pak ogah, dll yang sejenisnya, pokoknya segala peminta-minta.

Akh..akhirnya saya menemukan sarana untuk menulis tentang ini, sebenarnya dari dulu saya sudah kepikiran tentang hal ini, tapi nga tau mau ngomong ke siapa ya?

Back to topic:
Orang-orang seperti itu tidak layak ada di Jakarta karena mereka tidak layak punya profesi sebagai kaum peminta. So, stop memberi uang, itu bukan jalan keluar buat mereka, karena semakin sering kita kasih, akan semakin banyak orang seperti itu.

Mereka akan tetap miskin, karena hidupnya selalu bergantung pada orang lain, kalau tidak ada lagi orang yang memberi mereka uang, otomatis orang-orang seperti itu akan mencari lapangan pekerjaan lain, atau yang paling ideal mereka balik ke kampung halaman masing-masing. Orang-orang seperti itu kalau di kasih uang juga nga ngerti ngelola duitnya. Belum lagi sekarang semakin banyak orang yang menjadi penyalur anak-anak ke jalanan, walah...semakin kacau saja Jakarta ini.

Oh ya, bentar lagi lebaran, tau sendiri kan tiap selesai lebaran pendatang yang ke Jakarta akan bertambah lagi, dan sudah pasti sekian persen dari orang-orang yang ke Jakarta itu akan jadi seperti itu nasibnya.

"Kasihan yang sebenarnya pada pengemis adalah dengan tidak memberi mereka uang, nah lho...kok??? karena dengan begitu kita memikirkan nasib mereka yang seharusnya mereka bisa lebih baik lagi, kadang sebagian besar orang malah terbalik cara berpikirnya, dengan memberi mereka uang sebagian besar masyarakat malah berpikir mereka melakukan hal yang baik, tapi itu sesungguhnya malah makin menjerumuskan orang itu semakin dalam dan kita semakin membuat orang-orang seperti itu semakin banyak dan semakin miskin tentunya".

Lebih baik kalau memang buat Anda yang suka menyumbang atau suka membantu orang-orang yang masih susah, Anda bisa menyalurkan uang Anda pada beberapa Lembaga-lembaga sosial yang memang sudah terbukti jujur dalam hal mendistribusikan bantuannya. Dan yang pasti Lembaga/ Yayasan yang baik & benar adalah lembaga atau yayasan yang tidak memberikan bantuan uang tunai pada mereka, tapi memberikan mereka ilmu, keahlian, dan banyak hal yang bersifat membuat mereka jadi bisa berkarya.

Silakan salurkan bantuan Anda pada lembaga-lembaga yang saya rekomendasi di bawah ini:
1. GPSK (Gerakan Peduli Sekitar Kita)
Lembaga ini bergerak beberapa bidang, yakni:
a. Pendidikan
Lembaga ini mendirikan SMP terbuka bagi Anak-anak yang kurang mampu.
Mendirikan sekolah untuk ibu-ibu yang buta huruf di desa-desa.
Selain itu mereka telah membuka banyak taman bacaan di desa-desa.
b. Lingkungan
Lembaga ini punya program "Sejuta pohon Seribu Sumur Resapan" dan saat ini sudah punya lahan untuk pembibitan sendiri.
Untuk informasi selanjutnya silakan hubungi Stephanie Surya 081331005777

Untuk lembaga atau yayasan lain akan saya tambahkan bila sudah menemukan lembaga atau yayasan yang benar-benar jujur. Karena saya tidak ingin membohongi teman-teman.

Sebenarnya masalah ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu, saat beberapa waktu lalu kita banyak membaca berita, melihat berita & mendengar berita tentang penggusuran orang-orang yang tinggal di bawah kolong-kolong jembatan di Jakarta.
Terasa kejam dan tidak manusiawi rasanya, begitu pemikiran beberapa orang tentang keputusan pemda Jakarta itu.

Tapi kesadaran yang datang pada saya adalah lain dari pemikiran beberapa orang itu, saya kejam juga ya? tentu saja saya tidak mau disebut begitu.
Kalau kita mau memakai kesadaran kita, sebenarnya kita harus bisa melihat dari sisi yang lain, tidak hanya sisi hitam dan putihnya saja dari masalah ini. Ada orang yang merasa kasihan terhadap penggusuran itu, tapi harusnya sikap kasihan yang sebenarnya terhadap mereka itu adalah bahwa mereka itu tidak layak tinggal disana, dan kita harus membuat orang-orang seperti itu tidak nyaman tinggal disitu, biar pada akhirnya mereka tidak merasa mapan dan akhirnya mereka jadi keterusan tinggal di daerah-daerah yang tidak layak untuk di tinggali karena pada akhirnya mereka akan miskin terus karena sifat bawaan mereka adalah jiwa miskin.

Harapannya adalah agar mereka jadi keluar dari penderitaan mereka, mereka harus punya sifat kerja keras dan mendapat hidup yang lebih baik, pulang kampung misalnya, balik ke daerah asal mereka dan jadilah petani yang baik, bangun desa mereka menjadi kota, jadi kuli bangunan kek, kuli angkut, dll. Yang penting mereka mau kerja dan tidak malas.
Berita yang sempat saya baca adalah ada salah satu penghuni kolong jembatan itu bilang "Lebih baik saya pulang ke kampung aja deh, daripada di gusur terus kesana kemari". Gitu dong baru namanya manusia, manusia itu kan punya tenaga, pikiran & lain-lain yang jadi bekal mereka untuk survive. Eitt, jangan di sanggah dulu dengan alasan orang-orang seperti itu tidak punya uang, teman atau lain-lain. karena kita bisa hidup kok asal kita mau kerja keras dan tidak malas.

"Jadi bentuk sebenarnya dari kita mikirin kebahagiaan orang lain itu bisa juga dari sebuah sikap/ perlakuan yang dirasa kejam, tapi sebenarnya itu adalah sifat mikirin kebahagiaan orang lain yang sesungguhnya".

Bagus juga kan peraturan pemerintah daerah itu pada akhirnya???

Ternyata tidak gampang menjalani hidup ini dengan persediaan rezeki baik yang terbatas.
Ada seorang teman yang mendadak butuh darah O untuk anaknya, sebenarnya saya dan teman-teman kerja bermaksud membantu (karena selama ini saya & teman-teman sering memberikan darah dan bahkan menjadi langganan kalau ada orang yang kesusahan mencari pendonor darah, tentu saja sukarela ya) tapi yang dibutuhkan adalah darah O rhesus ( - ). Sangat disayangkan, bayangkan saja dari sekian banyak teman-teman saya dan termasuk saya (sekitar belasan orang) semuanya bergolongan darah O rhesus ( + ).

Sepertinya pengalaman yang seperti ini pasti pernah Anda alami dalam bentuk yang lain.

Saya berharap pada akhirnya teman ini akan menemukan rezeki baiknya, dan anaknya dapat tertolong, saya minta maaf kali ini tidak bisa membantu.

Tujuan saya dalam membuat tulisan ini adalah untuk berbagi hal-hal lain yang tidak pernah kita sadari selama ini dalam hidup kita, mungkin bisa sebagai salah satu bentuk perhatian kita pada orang-orang yang berada di sekitar kita. Jadi kita bisa punya konsen lain selain hanya memikirkan diri kita sendiri. So, mulai saat ini, saya ingin selalu berbagi hal-hal seperti ini. Mungkin bisa membuat hidup kita jadi lebih berarti, dengan memberikan kesadaran-kesadaran yang kita alami sesekali/ jarang (bahkan tidak pernah sama sekali kita alami, tentu saja ini terlalu tragis ya).

Semoga semakin banyak kesadaran-kesadaran lain yang kita alami agar dunia ini menjadi lebih baik.

Edited: 25 Sept 2007 @ 10.42 pm

Artikel “INSPIRING WOMAN” Edisi Agustus di Majalah PRODO

AIKO SENOSOENOTO
“Saya ingin Jakarta jadi pusat budaya di Asia!”


Ia tak saja pionir mengemas seni pertunjukan menjadi tontonan modern yang begitu apik, tetapi berhasil mengelola komunitas seni menjadi entitas bisnis yang bisa menghidupi. Aiko Senosoenoto adalah gairah seni, yang dengan kepiawaiannya memadukan posisinya sebagai pemilik, pimpinan sebuah perusahaan seni pertunjukan sekaligus seorang pandita.

Ia orang yang konsisten menyajikan pertunjukan yang memukau setiap tahunnya. Urban, modern, dan terkadang sangat aktual, menjadi sisi lain ciri produksi pertunjukannya. Sebutlah Galery of Kisses, China Moon, atau Miss Kadaluwarsa untuk menyebut beberapa dari karyanya. Yang terakhir, dipagelarkan beberapa pekan lalu di Gedung Kesenian Jakarta, cukup menyedot perhatian penonton.

Di temui di kantor PT Eksotika Karmawibhangga Indonesia atau biasa dikenal sebagai EKI Production suatu malam dua pekan lalu, Aiko yang sedang sibuk rapat dengan anak-anak muda para pekerja seni binaannya, mengungkapkan tentang hidup dan kegairahannya tentang dunia seni yang digelutinya.


AIKO DALAM KEGAIRAHAN SENI KEHIDUPAN
Kegairahannya pada seni pertunjukan memang tak main-main. Pernah berkuliah di FISIP UI jurusan Komunikasi Massa, ia dengan sukarela drop out karena kehilangan minat dan sibuk kerja di belakang panggung. “Saya bukan orang yang senang sekolah karena saya tak suka rutinitas. Sekolah saya sebetulnya lancar, tapi sampai menjelang skripsi saya menyerah, dan ‘DO’,” katanya. Ibu dari empat anak ini mengaku, Ken Miki Andhita, 15, putri sulungnya, adalah sumber inspirasi hidupnya. Putrinya yang menderita gangguan saraf menuju otak karena lahir prematur itu, dan belum bisa berbicara hingga hari ini, menjadi kekuatan dirinya dan suaminya, Rusdy Rukmarata, koreografer dan penari lulusan London Contemporary Dance School.

Bagaimana Anda menghidupkan komunitas seni menjadi begitu penuh daya?
Buat kami yang tergabung dalam komunitas seni EKI ini, segala unsur di dalamnya punya peran sama dan penting. Jika komunitas seni cenderung jadi mementingkan seniman, atau bahkan hanya terdiri dari para seniman saja, tidak demikian di EKI. Seniman yang tergabung dalam tim artistik dan yang bukan seniman yang berkumpul di manajemen, punya suara yang sama. Produk EKI tidak semata-mata hasil karya si seniman, tapi juga orang-orang publikasi, marketing dan lain-lain. Mereka yang bekerja di belakang panggung seperti para kru, operator, wardrobe sampai konsumsi juga dihargai. Tidak hanya mereka yang ada di atas panggung saja.

Ini kami jalankan karena kami merasa semua unsur sekecil apapun punya pengaruh dalam kesuksesan pertunjukan. Inilah yang membuat EKI bisa tetap eksis sampai sekarang.

Idealisme seni Anda berkaitan dengan spiritualitas komunitas di sini?
Mungkin bisa dibilang demikian, meski tidak berhubungan langsung dalam syiar agama agama tertentu. Sebagai Buddhis, saya banyak menggunakan ajaran-ajaran Buddha dalam mengelola komunitas ini, namun tentunya yang lebih bersifat universal. Misalnya konsep karma, apa yang kita alami sekarang adalah akibat dari perbuatan kita sebelumnya. Meski ini adalah ajaran Buddha, saya rasa konsep ini sudah diterima banyak orang sekarang.

Bagaimana Anda menggalang dana? Ada bisnis di kelola menjadi penggerak pagelaran yang Anda buat?
Saya tidak berbisnis. Selama ini EKI bergerak atas dasar donasi dan juga sponsor. Dalam keseharian, EKI dibagi atas tiga divisi besar: EKI Production, EKI Dance Company dan EKI Dance School. Untuk dua yang pertama berjalan seperti sebagaimana perusahaan pada umumnya. Sedangkan EKI Dance School sekarang masih terbatas bagi mereka yang lulus audisi dan akan masuk ke dalam EKI Dance Company nantinya. Semua murid dalam EKI Dance School mendapat beasiswa yang dananya kami dapat dari donasi para pemerhati seni. Hingga kini ada lebih dari 50 donatur tetap untuk EKI Dance School.

Apa sesungguhnya pesan-pesan yang ingin disampaikan lewat pertunjukan Anda?
Saya percaya, semua orang punya potensi besar. Namun seringkali orang terbelenggu berbagai situasi yang menghambat munculnya potensi ini. Belenggu itu bisa saja berupa keadaan sosial, kondisi fisik dan sebagainya. Dengan EKI saya berharap bisa memunculkan potensi-potensi terutama dari anak-anak muda Indonesia. Pesan yang sesungguhnya ingin saya sampaikan adalah, kita jangan terus merasa inferior karena tidak merasa sebagai bangsa maju, karena perasaan seperti itulah yang membuat Indonesia menjadi negara bobrok dan tidak berkembang.

Apa obsesi Anda dan kehidupan berkesenian di Indonesia pada umumnya?
Saya ingin EKI punya gedung pertunjukan sendiri, sehingga kita bisa punya pertunjukan reguler seperti yang di Broadway New York atau West End di London sekarang. Dengan demikian orang-orang, terutama di Jakarta, punya alternatif hiburan lain. Jakarta, meski sudah menjadi kota maju, sebenarnya miskin hiburan. Kebanyakan orang tua tidak punya pilihan saat mengajak anak-anaknya selain pergi ke mal. Itu tidak mendidik. Anak-anak cenderung menjadi manusia konsumtif. Kalau nantinya setiap akhir pekan orang tua bisa mengajak anaknya nonton pertunjukan, minimal rasa anak akan jadi lebih terasah. Orang yang akrab dengan seni akan lebih peka lingkungan dan keindahan. Saya juga ingin di kompleks gedung pertunjukan itu bisa ada 'open classes' untuk berbagai bidang seni. Jadi di waktu luangnya, orang bisa datang ke sana untuk mengambil kelas melukis, menari, menyanyi dan sebagainya. Saya ingin Jakarta berkembang tidak hanya sebagai pusat bisnis, tapi juga sebagai kota budaya di Asia!

Bagaimana potensi perempuan di kancah seni kita?
Perempuan punya potensi sangat besar di kancah seni Indonesia. Lihat saja sekarang, makin banyak perempuan yang eksis di dunia seni, tidak hanya sebagai artis tapi juga pelukis, pematung, sutradara juga produser, dan lain-lain. Sebenarnya bakat seni orang Indonesia itu sangat besar. Banyak koreografer dari luar yang kaget ketika mengetahui penari EKI Dance Company kebanyakan baru mulai belajar teknik menari pada usia 18 tahun ke atas. Menurut mereka, orang-orang bule tidak mungkin bisa mencapai seperti apa yang dicapai penari-penari EKI bila mereka mulai di usia seperti itu.

Bagaimana agar kesenian kita memiliki pamor di mata dunia?
Saya merasa kita masih kurang serius menggarap kesenian kita. Seniman masih belum dianggap sebagai profesi yang sejajar dengan profesi-profesi lain seperti dokter atau insinyur. Oleh karena itu kesenian Indonesia tidak digarap secara profesional. Masyarakat kita belum memiliki apresiasi cukup. Mungkin untuk seni seperti lukisan atau patung sudah cukup banyak kolektor di Indonesia. Tapi saya agak ragu, apakah mereka menjadi kolektor benar karena apresiasinya atau semata-mata karena investasi? Di lain pihak, pendidikan kesenian terhadap murid-murid sekolah juga sangat kurang. Pembangunan yang hanya memperhatikan faktor ekonomi saja akan membuat bangsa ini jadi bangsa dekaden.

Dengan situasi seperti ini, apa yang bisa diharap dari pamor kesenian kita di mata dunia?
Mengaku tidak tahu berasal dari mana bakat seninya, dan merasa pengaruh terbesarnya mungkin justru dari suaminya, Aiko yang dibesarkan dalam keluarga pemuka agama Buddha memang sudah merasa tertarik dengan kesenian. “Mungkin karena orang tua saya memiliki pandangan yang jauh lebih liberal untuk kebanyakan orang Indonesia, dan orang-orang yang punya pandangan seperti itu di luar orang tua saya ya kebanyakan para seniman,” katanya.

Bercita-cita jadi pramugari dan dokter hewan semasa gadis kecil, sisi spiritual Aiko menjadi begitu berkembang setelah dewasa. Ayahnya yang seorang pandita memang menawarinya untuk mengikuti jejaknya. Lama ia merenungkan tawaran itu, apalagi umat ayahnya pun mendesaknya. Tawaran itu diterimanya sekian tahun kemudian dengan satu syarat. “Saya ingin menjadi pandita yang tak terbelenggu cara-cara konservatif.” Telah sebelas tahun ia menjabat menjadi pandita Buddha, dan menjadi pemimpin Yayasan Pandhita Sabha Buddha Dharma Indonesia. Tak heran, ia mampu menjalani hidupnya dengan apa adanya seorang perempuan kosmopolitan.

“Saya suka membaca, termasuk novel-novel chick lit, karena ada unsur humornya, menertawai tragedi yang terjadi dalam hidup, dan bukan menangisinya.” Seperti halnya semua perempuan, ia juga suka shopping dan makan. “Hobi yang agak bermutu ya... saya senang nonton pertunjukan seni. Terakhir saya nonton Phantom of the Opera di Esplanade,” ungkap perempuan yang suka jalan-jalan ke daerah terpencil ini. “Di desa-desa di Jawa, yang kadang kalau kita cari di peta tidak ada. Di sana saya bisa kenal dan berteman orang-orang yang beda dengan lingkungan yang saya hadapi sehari-hari. It’s very insipiring...” ungkapnya. (Teks oleh: Arif C. Wilopo Foto oleh: Dio Hilaul )

POINTER: “Perempuan berpotensi besar dalam kancah seni Indonesia!”
“Dengan EKI saya berharap bisa memunculkan potensi-potensi terutama dari anak-anak muda Indonesia. Pesan sesungguhnya yang ingin saya sampaikan adalah, kita jangan terus merasa inferior karena tidak merasa sebagai bangsa maju.”

Blog EntryButuh Acara & EOJun 18, '07 4:54 AM
for everyone
Buat yang butuh acara:
- Dance Performance: Modern Dance & Kontemporer
- Teater Komedi: Untuk anak-anak, Dewasa & Keluarga
- Wayang Komedi (Wayang orang, Gabungan wayang kulit & orang)
- Teater Tari, Operet, Kabaret & Musikal (Untuk anak-anak, Dewasa & Keluarga)
- Workshop: Teater, Tari & Personal Development Workshop trough Art

Atau yang mau buat acara tapi lagi bingung cari:
- Event Organizer (EO)/Event Planner (EP) untuk acara launching, gathering, seminar, workshop, Kompetisi, Pertunjukan, dll.
- Promotor untuk acara Pameran, Festival & Road Show
- Workshop Organizer untuk acara workshop seni, dll

Available:
Master of Ceremony (MC) yang bisa bahasa Indonesia, Inggris & Prancis

Silakan menghubungi saya
Deni
08119652815
EKI Production
(62-21) 8312377-8313029-83790618
denyeki@indosat.net.id
www.eksotika.net

Blog EntryCinta tanah air & Bangga akan IndonesiaJun 9, '07 12:23 PM
for everyone
masih perlu nga sih???

Blog EntryKampanye dilarang belok kananJun 8, '07 8:16 AM
for everyone
kalau gue yang punya tanggung jawab ngatur lalu lintas di jakarta (*berandai-andai nih..boleh aja kan??), gue mau buat peraturan di jalan protokoler/ jalan utama dilarang belok ke kanan. jadi cuma ada 2 pilihan belok kiri atau lurus, dijamin deh..pasti kemacetan akan berkurang. kenapa nga boleh belok kanan? soalnya kalau terjadi cross biasanya jadi sumber kemacetan. benar lho, coba deh dibayangin... pasti bisa mengurangi kemacetan, soalnya arusnya jadi lancar. emang sih agak merepotkan buat sebagian orang, karena harus sedikit memutar baru bisa ketemu tempat tujuan, tapi kalau bisa lancar (tidak mandek ditempat) apa salahnya mencoba???
setuju nga setuju ndak masalah ya..ini kan cuma berandai-andai.


Blog EntryReading Naskah MKMay 4, '07 5:56 AM
for everyone


Blog EntryWajah generasi penerus bangsa Indonesia????Apr 20, '07 5:11 AM
for everyone
wah, sudah lama nga nulis, jadi pengen lagi..abis agak mengganggu pikiran sih karena menyangkut moral bangsa kita.
begini ceritanya:
kemarin, abis ada acara ngobrol bareng..ngumpul2 gitu deh dan saling berbagi pengalaman.. so ada temenku (cewe) yang seorang guru dan ngajar di salah satu SMU negri di daerah jembatan tiga. dia cerita kalau dia ditugaskan sebagai pengawas ujian nasional di salah satu sekolah swasta (di jakarta juga). so, saat ngawas ujian itu (berdua dengan seorang guru cowo dari sekolah lain) dia agak kaget karena murid di sekolah itu kok pada berani dan cuek aja untuk mencontek dari teman, padahal soal ujian sengaja dibuat berdasarkan paket dan si murid harusnya udah nga bisa mencontek dengan teman di sebelah kanan kiri ataupun dengan teman di depan dan belakangnya, karena soal ujian dibagi selang-seling. tapi anehnya ada murid yang berani langsung menanyakan jawaban pada teman yang ada di barisan paling depan.
karena temenku merasa bahwa itu kelakuan yang tidak benar, so temenku menegur anak itu, tapi malah temenku di cibir. setelah kejadian itu temenku ini masih merasa banyak murid yang melakukan hal yang sama, tapi partner temenku yang ngawas juga kok diam saja dan tidak berani menegur murid yang lain. so, tidak lama kemudian bapak kepala sekolah datang dan mengajak temenku ngobrol, temenku sebenarnya merasa tidak nyaman karena merasa terganggu mengawasnya, saat ngobrol2 itulah murid2 jadi mulai beringas saling menyontek, tapi si guru pengawas yang cowo itu tetap diam aja. untunglah kepala sekolah segera pergi, tapi tau nga..siapa lagi yang muncul dan masuk ke kelas..ibu wakil kepala sekolah, menurut temenku ini sebenarnya ibu ini baik, tapi itu kesan pertama saat bertemu di kantor guru. so, akhirnya temenku diajak ngobrol sama ibu waka ini, dan kejadian saling contek langsung terjadi lagi. akhirnya temenku curiga kalau tindakan bapak kepsek dan ibu waka ini di sengaja karena untuk memberi kesempatan pada murid-muridnya untuk saling contek. akhirnya temenku dengan sopan meminta ibu waka ini keluar "Bu, bisa minta tolong keluar nga bu, karena saya lagi ngawas anak-anak" kata temenku. ibu waka ini bilang "bentar lagi saya pergi kok". temenku langsung menjawab "sekarang saja bu karena saya nga bisa ngawas". akhirnya si ibu waka keluar dari ruang kelas dengan muka masem. saat itu temenku melihat muka seluruh murid sudah mulai kesel dan marah sama dia, tapi ya temenku cuek aja karena merasa apa yang dia lakukan adalah hal yang benar.
Ujian selesai, begitu selesai merapikan hasil ujian, temenku keluar dari ruang kelas dan dalam perjalanan menuju kantor guru, temenku ini mulai merasa tidak nyaman karena banyak sentilan dari murid-murid yang bilang "bu, ngawasnya jangan galak-galak dong bu", yang lucunya cepat sekali berita itu tersebar ke seluruh anak-anak sekolah disana kalau temenku ini ngawasnya ketat sekali. tapi temenku cuek aja dan selalu berusaha tersenyum dengan sentilan-sentilan itu.

sebelum pulang temenku melihat jadwal ngawas ujian untuk keesokan harinya dan jadwal 2 hari ke depan. pagi-pagi dengan penuh semangat temenku berangkat ke sekolah itu, begitu tiba di sekolah temenku heran karena di jadwal sudah tidak ada namanya. dengan perasaan heran dan banyak pertanyaan dipikirannya temenku di hampiri oleh guru BP sekolah itu, dan guru BP itu bilang "bu, nga usah tegang-tegang lah ngawasnya bu, kan murid-muridnya sudah tegang, kasihan bu". temenku menjawab"saya tidak tegang kok bu, cuma kan mereka tidak boleh curang", guru BP itu langsung menjawab lagi "walah ibu, kan hal itu dialakukan semua orang, ngapain ibu sok idealis". temenku lantas bilang "bukan saya sok idealis, tapi mereka tidak boleh curang, saya juga bilang sama murid-murid saya kalau mereka tidak boleh curang, karena kalau mereka curang, mereka tidak akan pernah bangga akan diri mereka seumur-umur hidup". karena kesal si guru BP itu langsung bilang "sok idealis, ibu pulang saja karena hari ini nga ngawas". yeeee... aneh deh ini orang.
so, dari cerita di atas aku cuma kepikiran aja:
- apa sudah sebobrok gini mental generasi penerus bangsa kita?? mudah-mudahan tidak semua murid seperti ini.
- apa sudah sebobrok inikah mental sekolah-sekolah kita? mudah2an ini tdk terjadi di tempat lai.
- apa masa depan bangsa bisa dibangun oleh orang-orang seperti ini?
- ada orang yang masih idealis tetapi dianggap orang aneh.
- tragis sekali ya...tapi ya kita harus tetap semangat untuk memperbaikinya pren, hehe.

Blog EntryJIWA MISKINMay 30, '06 1:03 PM
for everyone
Malam ini

Tadi habis nonton film perancis di TIM, acara pembukaan festival sinema perancis ke 11. Seru juga filmnya, lumayan bagus dan memenuhi standard deh kalau dijadikan film komersil, hehe (sok tau), tapi ya itu kan menurut saya.
Begitu bubaran nonton, hal yang menyebalkan udah mulai kebayang saat menuju pintu gerbang TIM, "BUAKAL KETEMU CALO-CALO TAKSI". Tapi gampang deh, paling tinggal jalan beberapa meter menjauh dari mereka aja bakal bebas deh dari mereka. So, aku jalan sekitar 50 meter dari kumpulan Calo-calo yang suka minta-minta duit itu (Emang ampe ngapain ya mereka sampai kita harus bayar...).

Si biru aku cegat, berdua dengan temenku masuk ke taksi, tak berapa lama salah satu calo lari ke taksi yang aku tumpangi. Aku bilang ke supir "jalan aja pak, jangan di kasih, kebiasaan buruk kalau dikasih, ntar malah makin banyak aja orang seperti mereka". Si bapak tak menuruti permintaanku, malah melambat yang akhirnya membuat temen-temen si calo itu mendatangi taksi, yaaa.. sekarang malah jadi 3 orang mencegat taksiku. dasar sialan pikirku... "Bapak mau jalan atau saya keluar dari taksi" tiba-tiba kata-kata itu yang keluar dari mulutku. Tapi si bapak mah... udah ketakutan, takut di pukul kali ya.. atau nasibnya tergantung ama mereka kali ya...pikirku. So, aku keluar dari taksi.. aku liatin tu satu persatu Calo-calo itu. Kasihan juga si bapak, argo udah sempet dia nyalain tadi, tapi ya... gimana lagi, aku udah pengen marah liat sikap calo-calo itu.

Akhirnya aku dan temenku keluar dari taksi. Kali ini kami jalan lebih jauh lagi, 100 meteran gitu deh, menghindar dari mereka. Sepertinya kali ini berhasil, karena aku langsung minta bapak supir ambil jalur paling kanan dan tancap gas, calo-calo itu (bertiga) teriak-teriakin aku.. walah...ngga jelas deh mereka bilang apa. bye bye semua... sambil senyum aku berlalu.

Dalam perjalanan pulang aku cuma berpikir ..kenapa ya.. semakin banyak saja orang yang sikap/ sifat hidupnya seperti itu? itukan bukan kerjaan, itu nga ada bedanya dengan pengemis, yang taunya minta terus, nga pernah mau berusaha lebih dan lebih lagi. Yaaa.. okelah kata orang mereka miskin, tapi yang miskin itu jiwa mereka. Mereka nga pernah mau percaya kalau nasib mereka itu ditangan mereka sendiri, bukan ditangan siapapun. Kerja apa kek yang bisa buat jiwa mereka lebih bergairah, lebih hidup, lebih apa lagi yaaa? pokoknya bukan bermental minta-minta deh.

Yang harus aku kasihani sebenarnya bukan karena mereka tidak punya uang, tapi aku kasihan karena mereka maunya minta dikasihani, itu yang buat jiwa mereka miskin, selalu mau menggantungkan hidup mereka pada orang lain. Aku ngga pernah mau mengasihani para peminta-minta, dan tidak mau mengeluarkan duit sepeserpun buat mereka, karena apa... coba tanya.... ya karena... kalau kita kasih mereka, mereka akan miskin terus.... karena... mereka akan semakin banyak jumlahnya, karena... mereka tu sama seperti kita.. manusia... apapun usaha mereka kalau kerja yang bener mereka tidak akan jadi peminta-minta. Aku ngga gila pujian dari temen-temenku yang akan bilang, kamu baik deh, suka memberi sedekah... tapi mereka tidak tau, kalau aku menjalankan itu aku malah menyesatkan mereka. Biarin aja mau dibilang pelit, tapi untuk yang satu ini prinsipku jelas... TIDAK AKAN.

Blog EntryList of Rules for World Cup 2006May 4, '06 3:31 AM
for everyone
Extremely important advice and recommendations to be passed on to wives, girlfriends, fiances, mothers, sisters, daughters, etc. (to all women in general) These rules are to be communicated prior to the World Cup in June/July this year...

LIST OF RULES

1. From 9 June to 9 July 2006, you should read the sports section of the newspaper so that you are aware of what is going on regarding the World Cup, and that way you will be able to join in the conversations. If you fail to do this, then you will be looked at in a bad way, or you will be totally ignored. DO NOT complain about not receiving any attention.

2. During the World Cup, the television is mine, at all times, without any exceptions. If you even take a glimpse of the remote control, you will lose it (your eye).

3. If you have to pass by in front of the TV during a game, I don't mind, as long as you do it crawling on the floor and without distracting me. If you decide to stand nude in front of the TV, make sure you put clothes on right after because if you catch a cold, I wont have time to take you to the doctor or look after you during the World Cup month.

4. During the games I will be blind, deaf and mute, unless I require a refill of my drink or something to eat. You are out of your mind if you expect me to listen to you, open the door, answer the telephone, or pick up the baby that just fell from the second floor....it wont happen.

5. It would be a good idea for you to keep at least 2 six packs in the fridge at all times, as well as plenty of things to nibble on, and please do not make any funny faces to my friends when they come over to watch the games. In return, you will be allowed to use the TV between 12am and 6am, unless they replay a good game that I missed during the day.

6. Please, please, please!! if you see me upset because one of my teams is losing, DO NOT say "get over it, its only a game", or "don't worry, they'll win next time". If you say these things, you will only make me angrier and I will love you less. Remember, you will never ever know more about football than me and your so called "words of encouragement" will only lead to a break up or divorce.

7. You are welcome to sit with me to watch one game and you can talk to me during halftime but only when the commercials are on, and only if the halftime score is pleasing me. In addition, please note I am saying "one" game, hence do not use the World Cup as a nice cheesy excuse to "spend time together".

8. The replays of the goals are very important. I don't care if I have seen them or I haven't seen them, I want to see them again. Many times.

9. Tell your friends NOT to have any babies, or any other child related parties or gatherings that requires my attendance because:
a) I will not go,
b) I will not go, and
c) I will not go.

10. But, if a friend of mine invites us to his house on a Sunday to watch a game, we will be there in a flash.

11. The daily World Cup highlights show on TV every night is just as important as the games themselves. Do not even think about saying "but you have already seen this...why don't you change the channel to something we can all watch??", the reply will be: "Refer to Rule #2 of this list".

12. And finally, please save your expressions such as "Thank God the World Cup is only every 4 years". I am immune to these words, because after this comes the Champions League, Italian League, Spanish League, Premier League, etc etc.

Thank you for your cooperation.

Regards,

Men of the World

Blog EntryTentang percakapan 2 orang laki-lakiOct 4, '05 1:38 PM
for everyone
Suatu kali aku pernah mendengar percakapan antara 2 orang
laki-laki, yang buatku sangat menarik, karena jawaban dari
salah satu orang laki-laki itu menurutku bisa memberi inspirasi
pada semua laki-laki di dunia ini yang selalu dipenuhi dengan
kegengsian yang maha tinggi. Laki-laki 1 baru saja kehilangan
seorang yang sangat dia sayangi, begini percakapan itu
terjadi:
Laki-laki 1:
Saya baru saja kehilangan seorang yang sangat saya
sayangi, apakah saya boleh menangis??
Laki-laki 2:
Kalau kamu merasa kehilangan yang sangat besar, menangis
saja, mungkin itu akan membuat kamu merasa lebih lega.
Laki-laki 1:
Tapi Ayahku pernah bilang kalau laki-laki itu tidak boleh
menangis.
Laki-laki 2:
Mungkin menurut Ayahmu, laki-laki tidak boleh cengeng, dan
menangisi semua hal-hal kecil, bukan tidak boleh menangis,
karena laki-laki juga punya hati, jangan disamakan dengan batu.
Laki-laki 1:
Tapi kalau laki-laki menangis, akan kelihatan kalau dia lemah.
Laki-laki 2:
Kamu salah memandang tentang laki-laki kalau begitu, laki-
laki menangis, orang jahat yang tidak menangis, karena hati
orang jahat dipenuhi dengan apa yang bisa mereka dapatkan
dengan cara apapun, tapi hati seorang laki-laki dipenuhi
dengan apa yang telah hilang dari mereka, seperti
seorang ksatria yang kehilangan semua miliknya di medan
perang.
Laki-laki 2:
Jadi, kamu mau memilih jadi orang jahat atau jadi seorang
ksatria??? Yang diperlukan cuma sebuah kebesaran jiwa
dalam menghadapi semua kehilangan itu.
Laki-laki 1:
Saya memilih jadi seorang ksatria kalau begitu, tapi apakah
semua kehilangan akan kita tangisi??
Laki-laki 2:
Yang perlu ditangisi seorang laki-laki cuma 2 hal, 1. Rasa
Kehilangan, dan 2. Kenangan akan Orang-orang yang telah
Hilang.

Blog EntryI MISS YOUNov 19, '04 12:17 PM
for everyone
I must tell you what I feel now
Before I lost that feel
Before it fade away
: "I miss you, no doubt!!"

Like a commodore hunger the sea
Like a soldier longing a home
Like a warrior need a horse
Like a knight admire a knighthood

(---In Hallucination---)

Hey, what the hell is this???
Don't you love me anymore???
I thought that your love was only for me,
but now I see that there is someone else.
Darling come to me quick,
then I will make you happy,
that you will feel the sky on your silky skin

November 19, 2004


Blog EntryTeringat Namun Telah HilangAug 19, '04 1:32 PM
for everyone
Teringat Namun Telah Hilang

Pernah Aku Memiliki
Apa Yang Tidak Pernah Bisa Kurasa
Pernah Aku Merasa
Apa Yang Tidak Pernah Bisa Kumiliki

Di Saat Aku Teringat
Namun Saat Itu Aku Telah Kehilangan

Di Saat Aku Kehilangan
Saat Itu Hanya Bisa Untuk Teringat

Teringat Namun Telah Hilang
Teringat Hal-hal Yang Telah Hilang
Saat Teringat Saat Itu Telah Kehilangan
Saat Telah Hilang Saat Itu Saat Kehilangan


Pernah merasa memiliki sesuatu?? Apapun itu tapi itu pernah ada dan pernah jadi milik-mu, tapi bukan berarti menjadi hak milikmu. Apapun itu ternyata pernah berarti dan ada artinya buat kamu. Apapun itu ternyata setelah hilang dari kita baru kita merasa kehilangan.

Tapi apapun itu sebenarnya tidak akan pernah hilang dari kita, karena apapun itu tidak akan pernah bisa dihilangkan dari diri kita, bahkan kalau kita mencoba menghapuskan semua, semakin besar niat kita ingin menghilangkan semua itu, semakin besar pula kita akan teringat akan apa yang telah hilang.

by : deny_qmax@mac.com


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help